Agamakumengaturnya. Kitabku menuliskannya. Tuhanku menjelaskannya. Tidak ada satu pun di alam ini yang terjadi secara kebetulan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an, " Allah mengatur urusan (makhluk-Nya)." (ar-Ra'd: 2). Dalam ayat lain dikatakan, "dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)." (al-An'aam: 59). Danpada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) Untukitu taubat nasuha tidak berhenti ku pohonkan Amal soleh ku cuba rangkai, mendidik hati dengan ehsan Rahmat Allah semoga terkesan Pada diri yang kerdil ini dan semoga hasrat kesampaian MendapatTaman Syurga yang ku idamkan, Semoga tanpa hisab, bersama semua yang ku sayang. GUGUR DI LEMBAH REDHA MU Teringat peristiwa musim gugur semasa remaja Artinya Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" Tidakada sehelai daun pun yang gugur melainkan ianya di dalam pengetahuan Allah. Tidak ada suatu pun yang bergerak melainkan ianya di dalam pemerhatian Allah. Dia tahu niat-niat baik yang ada di Tidakada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan. Dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)." (Q.S. Al-An`am : 59) BerimanKepada yang Ghaib. November 11, 2011 In Khutbah Jumat Pilihan, Pondasi Agama. " Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh EggdS. Keberadaan Allah SWT Al-Qur`an menginformasikan kepada kita tentang kebenaran sifat-sifat Allah, “Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur, Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” al-Baqarah 255 “Allahlah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” ath-Thalaaq 12 Akan tetapi, banyak orang yang tidak menerima keberadaan Allah swt. seperti yang telah dijelaskan dalam ayat-ayat tersebut. Mereka tidak memahami kekuasaan dan kebesaran-Nya yang abadi. Mereka memercayai kebohongan bahwa merekalah yang mengatur diri mereka sendiri dan berpikir bahwa Allah berada di suatu tempat yang jauh di alam semesta dan jarang mencampuri “perkara keduniaan”. Pemahaman terbatas orang-orang ini disebutkan dalam Al-Qur`an, “Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya, Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahakuasa.” al-Hajj 74 Memahami kekuasaan Allah swt. dengan baik merupakan ikatan awal dalam rantai keimanan. Sesungguhnya, seorang mukmin akan meninggalkan pandangan masyarakat yang menyimpang tentang kekuasaan Allah swt. dan menolak keyakinan sesat dengan mengatakan, “Dan bahwasanya Orang yang kurang akal dari kami dahulu selalu mengatakan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah.” al-Jin 4 Kaum muslimin memercayai Allah swt. sesuai dengan penjelasan Al-Qur`an. Mereka melihat tanda-tanda keberadaan Allah pada dunia nyata dan alam gaib, kemudian mulai memercayai keagungan seni dan kekuasaan Allah. Akan tetapi, jika umat berpaling dari Allah serta gagal bertafakur kepada Allah dan ciptaan-Nya, mereka akan mudah terpengaruh oleh keyakinan-keyakinan yang menyesatkan pada saat ditimpa kesusahan. Allah menyebutnya sebagai bahaya yang potensial, dalam surah Ali Imran 154, mengenai umat yang menyerah dalam berperang, “... sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah....” Seorang muslim seharusnya tidak melakukan kesalahan seperti itu. Karena itu, dia harus membebaskan hatinya dari segala sesuatu yang dapat memunculkan sangkaan jahiliah dan menerima keimanan yang nyata dengan segenap jiwa sebagaimana penjelasan dalam Al-Qur`an. Taqwa kepada Allah SWT Sesuai Kesanggupan Bertaqwa kepada Allah adalah awal dari segalanya. Semakin tebal ketaqwaan seseorang kepada Allah, semakin tinggi kemampuannya merasakan kehadiran Allah. Al-Qur`an memberikan contoh beberapa rasul yang dapat kita bandingkan dengan diri kita sehingga paham bahwa kita dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Allah swt. menginginkan manusia agar bertaqwa dengan sebenar-benarnya. Berbagai cara untuk menunjukkan penghormatan kepada Yang Mahakuasa dapat dilakukan, sebagai contoh berjalan di jalan Allah, melakukan perbuatan baik, mengikuti contoh-contoh yang diberikan para rasul, menaati serta memperhatikan ajaran-ajaran Allah, dan sebagainya. “Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” at-Taghaabun 16 “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” Ali Imran 102 Takdir Tidak ada satu pun di alam ini yang terjadi secara kebetulan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an, “... Allah mengatur urusan makhluk-Nya….” ar-Ra’d 2 Dalam ayat lain dikatakan, “… dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula....” al-An’aam 59 Dialah Allah Yang menciptakan dan mengatur semua peristiwa, bagaimana mereka berawal dan berakhir. Dia pulalah yang menentukan setiap gerakan bintang-bintang di jagat raya, kondisi setiap yang hidup di bumi, cara hidup seseorang, apa yang akan dikatakannya, apa yang akan dihadapinya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur`an, “Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” al-Qamar 49 “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab Lauh Mahfuzh sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” al-Hadiid 22 Kaum mukminin seharusnya menyadari kenyataan yang agung ini. Sebagai konsekuensinya, sudah seharusnya mereka tidak berbuat kebodohan seperti orang-orang yang menolak kenyataan dalam hidupnya. Dengan memahami bahwa hidup itu hanya ”mengikuti takdir”, mereka tidak akan pernah kecewa atau merasa takut terhadap apa pun. Mereka menjadi yakin dan tenang seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. yang bersabda kepada sahabatnya, “Janganlah kamu berdukacita, sesungguhnya Allah beserta kita.” at-Taubah 40 ketika sahabatnya itu merasa khawatir ditemukan para pemuja berhala yang bermaksud membunuh mereka ketika bersembunyi di dalam gua. Iman kepada Allah SWT Karena Allah adalah pembuat keputusan, setiap kejadian merupakan anugerah bagi makhluk-Nya segala sesuatu telah direncanakan untuk kebaikan agama dan untuk kehidupan orang yang beriman di akhirat kelak. Kaum mukminin dapat merujuk pada pengalaman mereka untuk melihat bahwa ada sesuatu yang bermanfaat bagi diri mereka pada akhir sebuah kejadian. Untuk alasan tersebut, kita harus selalu memercayai Allah Dialah Yang Maha Esa dan Maha Melindungi. Seorang mukmin harus bersikap sebagaimana yang Allah inginkan memenuhi tanggung jawabnya kemudian berserah diri pada Allah dengan hasilnya. Ayat berikut mengungkapkan misteri ini, yang tidak diketahui oleh orang-orang yang ingkar. “... Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki Nya. Sesungguhnya, Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” ath-Thalaaq 2-3 “Katakanlah, Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” at-Taubah 51 Apa yang seharusnya seorang muslim katakan kepada orang-orang yang ingkar kepada Allah swt., juga tercantum dalam Al-Qur`an, “Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah, padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang bertawakal itu berserah diri.” Ibrahim 12 Dalam ayat lain dikatakan, “Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu tidak memberi pertolongan, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah sesudah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakal.” Ali Imran 160 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarohkatuh. TAK ADA SELEMBAR DAUN YANG JATUH TANPA SEIJIN ALLAH Bismillahirrahmanirrahim… Membayangkan bahwa semua kejadian dalam hidup kita ini bukanlah kejadian yang sekenhendak kita, bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Ini karena letak mata di depan sehingga kita terbiasa menatap ke depan. Tidak menyadari, atau seringkali lupa, bahwa dibelakang kita ada garis hidup yang lalu. Bahwa disamping kiri kanan, bahkan atas bawah, ada kehidupan² yang lain dari mahluk² yang lain. Semuanya itu lah yang merajut benang² peristiwa dalam hidup kita. Semuanya itu lah yang menjadi lantaran kita yang sekarang, yang sekarang ini sampai di titik ini. Dan semua pikiran² ini akhirnya bertaut. Kitab “Al Ibriiz” Agama mengaturnya. Al-qur’an menuliskan. sesuai dalam firman Allah SWT menjelaskan. *Tidak ada satu pun di alam ini yang terjadi secara kebetulan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an,* *↗️Allah SWT berfirman* “Allah yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. *Dia mengatur urusan makhluk-Nya,* dan menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya, agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu.” QS. Ar-Ra’d 13 Ayat 2 _*🗣Dalam ayat lain dikatakan, Allah SWT berfirman* “Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. *Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya.* Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata Lauh Mahfuzh.” QS. Al-An’am 6 Ayat 59 _Dialah Allah Yang menciptakan dan mengatur semua peristiwa, sebagaimana mereka berawal dan berakhir. Dia pulalah yang menentukan setiap gerakan bintang- bintang di jagat raya, kondisi setiap yang hidup di bumi, cara hidup seseorang, apa yang akan dikatakannya, apa yang akan *↗️Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman* “Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” QS. Al-Qamar 54 Ayat 49 *↗️Ayat yang lain lagi mempertegas Allah SWT berfirman* “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab Lauh Mahfuzh sebelum Kami menciptakannya. *Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”* QS. Al-Hadid 57 Ayat 22 *👏Duh Gusti yg maha besar kami mohon Ampunanmu…!* _Apapun masalah yang dialami dalam hidup kita, sebesar ataupun sekecil apapun peranannya, adalah sudah dituliskan, Apapun peristiwa yang terjadi dalam hidup ini, sepenting ataupun seremeh apapun, adalah juga sudah dituliskan. Apa yang harus kita khawatirkan? Jika kita dibuatNya begini, menjadi seperti ini, di jalan ini, maka ini bukanlah trial dan errornya Allah atas hidup kita. Bukan lahan coba² bagi Dia untuk hidup kita. Sekuat apapun kita menolak dan menghindar, bila itu sudah disahkan atas hidup kita, maka bagaimanapun caranya hal itu akan tetap terjadi jua. Begitupun sebaliknya, *Karena tidak ada selembar daun pun yang jatuh tanpa seijin Allah. _Subhanallah.*_ _Semoga bermanfaat bisa menjadikan kita sabar dan istiqomah dalam menjalani kehidupan ini. *Insayaallah.. Aamiin.*_ *Salam™️* Navigasi pos Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di Daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan dia mengetahuinya pula dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak seseuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata Lauh Mahfudz; al - An'aam;59 sampai daunpun di atur dengan Allah, semuanya sudah di takdirkan Allah, aku akan bercerita sedikit mungkin berbagi semangat. siapa sangka, aku yang dulu tidak pakai jilbab sama sekali mulai memakai jilbab, siapa sangka , aku yang dulu pakai jilbab nya petak, dan diiket keleher kini sudah memakai jilbab syari bak mukena. apakah aku merasa lebih baik dari kalian yang belum mengenakannya? tentu saja tidak, aku tidaklah ada apa apanya dibandingkan orang yang sudah benar benar berhijrah. masih teringat awal kali aku menggunakan hijab hampir tiap hari itu dikarenakan pekerjaan. rasanya gatal kepala, sakit kepala, tapi ya aku berusaha melapangkan hati toh hanya untuk pergi bekerja saja.. jadi pernah suatu hari aku di panggil keruang HRD, ia memanggilku, dia menyampaikan begini "Ki, ada yang mau di sampaikan tapi jangan marah ya, aku sudah mulai takut. "apa salahku sampai dia memanggilku kesini toh kami beda management".. ternyata dia menyampaikan, beberapa laki-laki di kantor tidak fokus, kakak mendengar mereka membicarakan kiki mengenai postur tubuh. coba besok di panjangkan saja jilbabnya ya.. jangan sedih ya, biasa itu laki".. jawabku tentu saja iya kak baiklah.. keluar dari ruangan. aku malu dan benci sebenci-bencinya terhadap laki-laki di kantor itu khususnya bagian operasional,karena mereka tidak mengenalku sama sekali berani-beraninya mereka membicarakan tentang tubuhku. aku menangis, dan teman kantor membujukku, sudah ki. biasa itu laki-laki kampungan, ya aku tau dia hanya mencoba membuat ku tersenyum.. tapi dari situ aku belajar, sebaik apapun sikap kita kepada orang lain, belum tentu mereka akan bersikap manis kepada kita.. pernah lagi ketika aku mulai akrab dengan teman laik-laki di kantor, salah seorang perempuan di kantor, seperti meledekku, mencemeeh ku. sambil berkata " sabar sabar yak, ih kenapa itu dekat-dekat" dalam hatiku, kenapa sih mbak toh kami bekerja karena saling bergantungan, dan mbak tu urus aja suaminya jangan gangguin suami orang di kantor sambil manja manja suaranya.. tapi ya sekali lagi inilah sifat asli manusia, kita tidak mampu mengontrol diri tapi sibuk mungurus kekurangan orang lain.., apakah dendam ? tidak, aku sudah membuang rasa dendam di pekrjaan lama, toh tidak ada yang menguntungkan hasil dari dendam. ************* masih ingat denganku, ketika aku ke kantor pada bulan November 2017, itu pertama kalinya jilbabku sudah mulai sangat panjang datang ke kantor, dan teman-teman mulai terheran heran.. tapi aku merasa ya wajar setiap ada yang berbeda pasti jadi pusat perhatian, aku malu saat datang ke kantor dengan jilbab seperti itu, tapi ku biarkan saja ku lawan rasa maluku.. dan aku tanamkan di pikirannku, bagaimana ayahku di akhirat pasti selama ini dia kena siksa karrena ulahku.. singkat cerita, aku memantapkan diri selama satu tahun mulai belajar agama lebih dalam, aku belajar mengaji, mengikuti kajian-kajian, bahkan memasuki lingkungan yang baru dimana teman teman kerja yang baru ini menggunakan cadar. maa syaa Allah.. "Ketika kita benar-benar ingin berubah Allah memberikan kemudahan, apakah semua itu berjalan dengan mulus ? tentu saja tidak, pasti ada kerikil" tanjakannya, biar semua terasa nikmat.. jadi mungkin motivasi yang ku sampaikan jangan lelah mengejar kebaikan, ingat 1 nyinyiran dari orang lain, jangan jadikan kamu lemah. buat kalau kamu mampu dan buktikan sama mereka-mereka kita lebih baik, dan mari kita ajak dia dalam kebaikan.